Salam Sukses dan Sehat Selalu

Rabu, 29 Juni 2011

Padepokan DKB

Sebuah padepokan bernama Dalem Kalitan Blitar (DKB) telah berdiri pada 1 Syuro 1342H, terletak sekitar 7,2 Km di sebelah tenggara pusat (aloon-aloon) Kota Blitar, di dusun Ngade, tepatnya di Jalan Pendawa no. 2, Gogodeso Kanigoro Blitar.
Secara geografis terletak pada 8,138LS dan 112,193BT. Padepokan ini diasuh oleh Eyang Panembahan Ki Ageng Kalitan.
Lokasi Padepokan Dalem Kalitan Blitar
Padepokan ini terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu: Gerbang Sinangling, Dalem Alit dan Dalem Ageng


Gerbang Sinangling
Sebuah gerbang utama terdiri dari 2 (dua) buah pilar berdiri kokoh setinggi 5 (lima) meter melambangkan bahwa padepokan ini berdiri di atas landasan (pondasi) sholat lima waktu yang merupakan pondasi utaman agama Islam.
Gerbang Sinangling
Di gerbang utama ini juga tertuliskan Padepokan Dalem Kalitan Blitar "Manunggaling Kawulo Gusti", yang artinya menyatunya antara manusia dan Sang Penciptanya.
Gerbang ini merupakan gapura yang mengingatkan kepada kita bahwa memasuki suatu tempat baru yang yang penuh dengan gapuraning rahayu sebuah tempat yang penuh dengan keberkahan dari Alloh subhannahu wa ta'ala Pangeran Gusti.
Pada dasarnya seorang manusia akan dimulai dengan memasuki suatu gerbang rakhmat yang dipenuhi dengan segala keberkahan dari Yang Maha Kuasa, penerapannya dalam kehidupan tergantung dari yang memasuki gerbang itu sendiri.
Ki Ageng Kalitan
Dalem Alit

Terdiri dari sebuah gazebo (joglo) dirancang sedemikian rupa merupakan suatu manifestasi dari kehidupan di dunia ini, yang dicerminkan dengan Wahyu Makuta Rama.
Wahyu Makuta Rama
Dari gerbang utama ini akan dipandu oleh sebuah jalan menuju ke sebuah gazebo (joglo) yang diberi nama Wahyu Makuta Rama, biasa disebut juga sebagai ilmu Hastha Brata, terdiri dari 8 (delapan) ilmu tata kelola manajemen kepemimpinan, yang terdiri dari: Hambeging Kisma, wataknya bumi, Hambeging Tirta, wataknya air, Hambeging Samirana, wataknya angin, Hambeging Samodra, wataknya lautan, Hambeging Chandra, wataknya bulan, Hambeging Surya, wataknya matahari, Hambeging Dahana, wataknya api dan Hambeging Kartika, wataknya bintang.

Di gazebo Wahyu Makuta Rama inilah Ki Ageng Kalitan bercengkrama dengan para tamunya untuk membicarakan tentang urusan duniawi dan ukhrowi.
Dalem Ageng
Dengan menempati tanah seluas 1,000 meter persegi, Dalem Ageng ini terbagi atas: Bangsal Sri Manganti, Keputren Dewi Rengganis, Pasarean Ramayodipati, Tamansari, Pawon Mayangsari, Banjar Arya Penangsang, Musholla Salman al-Faridzi, Astana Girilayu.

Bangsal Sri Manganti
Teras tempat santai
Tempat ini adalah sebuah ruangan besar untuk melepaskan kepenatan sesudah melakukan kegiatan duniawi, di dalamnya ada sebuah ruangan untuk ber-karaoke-ria bersama keluarga maupun dengan kerabat dekatnya Ki Ageng Kalitan. Musiknya disajikan dengan menggunakan sebuah televisi layar datar berukuran 32 inch. Di ruangan ini juga dilengkapi dengan pemutar cakra padat yang berisi lagu-lagu tempo doeloe maupun yang sedang hit.
Selain menyajikan musik yang siap putar, di ruangan ini juga merupakan tempat berlatihnya anak-anak muda desa yang mempunyai bakat dalam bidang permusikan, tergabung dalam the Godes band, yang menyajikan lagu-lagu beriramakan dangdut, pop dan rock alternatif, selama 2 (dua) kali dalam seminggu mereka berlatih dan tampil di setiap acara kegiatan desa setempat.
Banjar Arya Penangsang
Sebuah tempat yang digunakan untuk jamuan makan baik buat keluarga Dalem Kalitan maupun tamu yang datang ke padepokan itu.
Selain itu, di dalam banjar ini juga ada perpustakaan yang berisi buku-buku tentang pengetahuan umum maupun keagamaan, pembacanya bisa berselesa berada di ruang perpustakaan ini sambil menikmati secangkir kopi atau teh.

Keputren Dewi Rengganis
Merupakan tempat peristirahatan putra dan putri Ki Ageng Kalitan, terdiri dari 3 (tiga) kamar tidur yang dilengkapi dengan kamar mandi di dalam, serta sebuah ruangan keluarga yang biasa dipergunakan untuk pertemuan dengan rekan dan keluarga, hebatnya lagi ruangan ini difasilitasi dengan "Wi-Fi Free Zone" lewat Speedy Telkom untuk bisa berinteraksi dengan dunia maya, biasanya Ki Ageng Kalitan berselancar di dunia maya di teras santai sambil menikmati indahnya udara pagi kota Blitar, atau bahkan malam hari sebelum kembali ke tempat peraduan.
Untuk menikmati hiburan, disediakan pula saluran TV satelit melalui parabola yesTV.Kalau memasuki ruangan ini terasa kental sekali perpaduan antara adat Jawa dengan kehidupan modern.
Di sebelah utara keputren Dewi Rengganis ini ada teras yang panjangnya 50 meter tempat selamatan (kenduren) yang bisa memuat sekitar 500 orang di dalamnya, sedangkan di sebelah timurnya terbentang Tamansari yang dirancang secara bersusun dihampari oleh rerumputan hijau, bagaikan karpet permadani alami, makin ke utara terasa nuansa magis menyelimutinya dengan hadirnya Astana Girilayu.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

END

Entri Populer: